Design Sistem Pakar Gangguan Tidur

Annisya Ekatiana
13509286
4PA05

Tahap 1 : Identifikasi
Tidur adalah fungsi biologis yang dalam berbagai hal tetap misterius. Kita tahu bahwa tisur memiliki fungsi restoratif dan sebagia besar dari kita membutuhkan setidaknya 7 jam atau lebih untuk tidur pada malam hari agar kita dapat berfungsi dengan baik. Pada siang hari manusia lebih dipengaruhi saraf simpatis yang bersifat aktif. Saraf ini membuat manusia turut aktif dalam bekerja sehingga meningkatkan tekanan darah dan mempercepat denyut jantung. Pada malam hari saatnya saraf parasimpatik mengistirahatkan tubuh anda. Jika anda kurang tidur maka keharmonisan ini akan terganggu. Jantung yang seharusnya beristirahat dipaksa terus bekerja, begitu pula dengan tekanan darah. Kurang tidur akan meningkatkan kadar hormon strees, yaitu hormon kortisol yang mengakibatkan kenaikan tekanan darah. Kinerja jantung akan lebih baik dan jantung akan lebih sehat bila kita cukup tidur pada malam hari.
Tidur merupakan waktu yang sangat tepat dan dibutuhkan oleh tubuh kita untuk membuang racun. Proses pembuangan racun tersebut akan lebih optimal pada saat malam hari. Namun perlu diketahui bahwa proses pembuangan racun tersebut terjadi pada malam hari di waktu-waktu tertentu, bukan di sembarang waktu. Oleh karena itu, tidak disarankan untuk tidur terlalu malam atau bangun terlalu siang agar proses pembuangan racun tubuh tidak terganggu.
•    Jam 21.00 – 23.00 : waktu dimana tubuh membuang racun (detoksifikasi) di bagian kelenjar getah bening. Disarankan pada waktu-waktu ini, manusia sebaiknya berada dalam suasana yang tenang dan tidak bekerja agar proses detoksifikasi tersebut lebih optimal.
•    Jam 23.00 – 01.00 : waktu bagi tubuh untuk melakukan detoksifikasi di bagian hati. Kualitas tidur yang baik yaitu nyenyak dan pulas akan mengoptimalkan proses detoksifikasi pada bagian hati.
•    Jam 01.00 – 03.00 : waktu untuk membuang racun di bagian empedu
•    Jam 03.00 – 05.00 : waktu untuk membuang racun di bagian paru-paru. Oleh karena itu, biasanya pada waktu-waktu tersebut akan terjadi batuk hebat bagi pendertia batuk, sehingga tidak disarankan untuk meminum obat batuk agar proses pembersihan kotoran tidak terhalang.
•    05.00 – 07.00 : waktu bagi tubuh untuk buang air besar (BAB), karena pada waktu-waktu ini sedang terjadi proses detoksifikasi pada bagian usus besar. Jangan menahan-naham BAB karena menahan-nahan justru bisa mengganggu proses pencernaan sehingga menimbulkan masalah sembelit (susah BAB).
Masalah tidur yang menyebabkan stres pribadi yang signifikan atau hendaya fungsi sosial, pekerjaan, atau peran lain diklasifikasikan dalam sistem DSM sebagai gangguan tidur (sleep disorder).

Tahap II : Klasifikasi
DSM mengelompokan gangguan tidur kedalam dua kategori utama yaitu
1.    Dissomnia
Dissomnia merupakan gangguan tidur yang memiliki karakteristik terganggunya jumlah, kualitas, atau waktu tidur. Ada lima tipe khusus dissomnia yaitu:
a.    Insomnia
Insomnia muncul sewaktu-waktu terutama pada saat kita sedang stres, bukanlah sesuatu yang abnormal. Namun, insomnia yang terus ada dan memiliki karakteristik kesulitan berulang untuk tidur atau untuk tetap tidur adalah pola perilaku yang abnormal. Insomnia kronis yang bertahan sekitar satu bulan lebih sering kali merupakan tanda dari masalah fisik atau gangguan psikologis seperti depresi. Gangguan insomnia yang tidak disebabkan oleh gangguan psikologis atau fisik lainnya atau oleh efek obat atau pengobatan dikelompokan dalam gangguan tidur yang disebut insomnia primer. Orang-orang yang menderita insomnia primer memiliki kesulitan yangterus-menerus untuk tertidur, tetap tidur, atau mengalami tidur yang restoratif (tidur yang membuat orang merasa segar kembali) dalam jangka waktu sebulan lebih. Kebanyakan insomnia primer mengakibatkan rasa lelah disiang hari dan menyebabkan timbulnya tingkat stres pribadi yang signifikan atau kesulitan untuk menampilkan peran sosial, belajar, pekerjaan, atau peran lainnya dengan baik. Orang-orang yang terganggu dengan insomnia primer cenderung membawa kecemasan dan kekhawatiran mereka ketempat tiur, yang akan meningkatkan kesadaran tubuh mereka sampai pada tahap yang mencegah tidur secara alami. Kemudian mereka khawatir tidak mendapatkan tidur yang cukup yang hanya akan menambah kesulitan untuk tidur.
b.    Hipersomnia
Hipersomnia primer merupakan rasa kantuk yang berlebihan sepanjang hari yang berlangsung selama satu bulan atau lebih. Rasa kantuk yang berlebihan dapat berentuk kesulitan untuk bangun biasanya 8-12 jam tidur atau mungkin ada pola episode tidur siang, muncul hampir setiap hari, dalam bentuk tidur siang yang diharapkan atau tidak diharapkan (tidak sengaja tidur ketika menonton).
c.    Narkolepsi
Orang dengan Narkolepsi mengalami serangan tidur dimana mereka mendadak tidur tanpa adanya pertanda pada waktu yang berbeda sepanjang hari. Mereka tidur untuk jangka waktu 15 menit. Diagnosis diberikan kerika serangan tidur muncul setiap hari selama periode tiga bulan atau lebih dan dikombinasikan dengan kehadiran salah satu atau kedua kondisi seperti cataplexy atau kehilangan kontrol otot secara mendadak yang biasanya diakibatkan oleh reaksi emosional yang kuat seperti bahagia atau marah. Hal ini bisa berkisar mulai dari lemah yang tak seberapa di kaki sampai ke hilangnya kontrol otot yang mengakibatkan orang tersebut terjatuh. Yang kedua adalah gangguan tidur REM dalam tahap transisi antara sadar dan tidur. REM (Rapid Eye Movement) merupakan tahap tidur yang diasosiasikan denhan bermimpi. Dinamakan begitu karena mata orang yang sedang tertidur cenderung bergerak sangat cepat dibawah kelopak matanya.
d.    Gangguan Tidur yang Terkait dengan Pernafasan
Orang yang mengalami gangguan tidur yang berkaitan dengan pernafasan akan mengakibatkan insomnia atau rasa kantuk yang berlebihan disiang hari. Kesulitan bernafas terjadi akibat aliran udara yang tersumbat pada jalan udara bagian atas, dimana sering kali di sebabkan oleh kerusakan struktur.
e.    Gangguan Irama Tidur Sirkadia
Sebagian fungsi tubuh mengikuti irama internal yang disebut dengan irama sirkadia yang berlangsung selama 24 jam. Pada gangguan ini, irama tidur menjadi cepat terganggu karena ketidak cocokan antara tuntutan jadwal tidur yang ditetapkan oelh seseorang dengan siklus internal bangun-tidur orang tersebut. Gangguan pada pola tidur normal yang disebabkan ole ketidak cocokan ini bisa menimbulkan insomnia atau hipersomia.
2.    Parasomnia
Parasomnia merupakan perilaku abnormal atau persitiwa fisiologis yang muncul pada saat tidur atau pada ambang batas antara saat terjaga dan tidur. Berikut adalah berbagai bentuk dari Parasomnia:
a.    Gangguan Mimpi Buruk
Gangguan mimpi buruk atau Nightmare Disorder merupakan proses terjaga dari tidur secara berulang-ulang karena mimpi yang menakutkan. Mimpi buruk biasanya melibatkan ancaman fisik yang sudah mendekat dengan individu seperti diserang, dikejar dan dilukai. Orang yang mengalami gangguan ini biasanya akan mengingat secara persis mimpi buruknya dan meskipun sudah sadar dari tidurnya penderita biasanya masih merasakan kecemasa dan ketakutan dan akan menghalangi penderita kembali tertidur.
b.    Gangguan Teror dalam Tidur
Gangguan ini biasanya terjadi pada anak-anak, diamna anak tersebut kemungkinan akan terduduk, terlihat ketakutan dan menunjukkan tanda-tanda dari proses terjaga yang mulai berbicara secara tidak koheren,  atau bercerita scara liar tapi tetap tertidur. Gangguan ini melibatkan episode teror dalam tidur yang berulang yang menghasilkan proses terjaga secara tiba-tiba dan dimulai dengan teriakan panik. Jika proses terjaga muncul ketika episode tror dalam tidur, penderita biasanya akan terlihat bingung dan mengalami disorientasi selama beberapa menit. Penderita yang mengalami gangguan teror tidak bisa menceritakan secara detail mimpi buruknya dan akan kembali tidur tidak mengingat apa yang terjadi semalam.
c.    Gangguan Berjalan Sambil Tidur
Hal ini melibatkan satu episode berulang dimana orang yang sedang tidur akan bangkit dari tempat tidur dan berjalan di sekitar rumah sambil tetap trtidur.

Tahap III : Formalisasi
Tahapan formalisasi merupakan tahapan dimana hubungan antara unsur – unsur digambarkan dalam bentuk format yang biasa digunakan dalam sistem pakar. Tahap ini juga menentukan alat pembangunan sistem, teknik inferensi dan struktur data yang digunakan pada sistem pakar.

Tahap IV : Implementasi
Tahapan implementasi merupakan tahap yang sangat penting karena disinilah sistem pakar yang dibuat akan diterapkan dalam bentuk program komputer.

Tahap V : Pengujian
Tahapan pengujian merupakan tahap dimana sistem akan dipakai dan diuji keakuratannya serta kinerja sistemnya, sehingga didapat hasil yang efisien.

Sumber:
http://freezcha.wordpress.com/2010/02/27/sistem-pakar/
Nevid, J, S. Ratus, A, S. & Greene, B. (2003). Psikologi Abnormal edisi 5. Jakarta: Erlangga.
http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?submit.x=14&submit.y=21&page=11&qual=high&submitval=prev&fname=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Ftmi%2F1999%2Fjiunkpe-ns-s1-1999-25495018-13752-mata_kuliah-chapter2.pdf
http://liputankita.com/berita-liputankita/kajian-pemanfaatan-teknologi-knowledge-based-expert-system-di-dalam-pengelolaan-sumber-daya-alam-liputankita.html
http://blog.uin-malang.ac.id/sharfina/2010/09/26/sistem-pakar-dan-kecerdasan-buatan-serta-perbedaannya/
http://informasitips.com/12-alasan-mengapa-tidur-malam-itu-penting-untuk-tubuh-kita
http://expertsys-es.blogspot.com/2011/06/contoh-aplikasi-sistem-pakar.html
http://machroz.blogspot.com/2012/03/aplikasi-sistem-pakar-diagnosa-penyakit.html

This entry was published on November 4, 2012 at 10:45 PM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: