Terapi Musik

Hey guys, stand back i’m about to drop some news. . .
Saya sangat menyukai musik. Rasanya sangat sepi sekali kalau tidak mendengarkan musik. Nah musik itu memiliki beberapa kelebihan, seperti musik mempunyai sifat nyaman, menenangkan, membuat rileks, berstruktur, dan universal.
Ada juga yang menggunakan musik sebagai kekuatan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kemampuan pikiran seseorang, caranya menggunakan terapi musik. Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang diorganisir sedemikian rupa hingga tercipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental.
Terapi musik sangat mudah diterima organ pendengaran kita dan kemudian melalui saraf pendengaran disalurkan ke bagian otak yang memproses emosi (sistem limbik). Awal abad ke-20 Eva Vescelius banyak mempublikasikan terapi musik lewat tulisan-tulisannya. Ia percaya bahwa objek dari terapi musik adalah melakukan penyelarasan atau harmonisasi terhadap seseorang melalui vibrasi. Demikian pula dengan Margaret Anderton, seorang guru piano berkebangsaan Inggris, yang mengemukakan tentang efek alat musik (khusus untuk pasien dengan kendala psikologis) karena hasil penelitiannya menunjukkan bahwa timbre (warna suara) musik dapat menimbulkan efek terapeutik.
Sebenarnya, semua lagu bisa dijadikan sebagai terapi musik, tapi kita harus tau juga pengaruh jenis musik terhadap fikiran. Setiap nada, melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya musik akan mempengaruhi tubuh dan fikiran secara berbeda. Nah, dalam terapi musik, nada, melodi, ritme, harmoni, timbre akan disesuaikan dengan penyakit yang diderita. Contohnya bila kita mendengarkan lagu mellow, kita akan cenderung murung, dan menjadi sedih, sedangkan bila kita mendengar lagu rock kita akan lepas kontrol melakukan head bang.
Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam di sekelilingnya.
Ada dua macam terapi musik yaitu terapi musik aktif dimana pasien diajak bernyanyi, atau mermain alat musik serta membuat lagu-lagu pendek. Terapi jenis ini membutuhkan pembimbing yang tentu kompeten di bidang musik. Terapi musik pasif adalah terapi yang relatif murah dan efektif. Pasien hanya mendengarkan musik dan menghayatinya.
Manfaat dari terapi ini bermacam-macam, anda akan merasa rileks ketika mendengarkan musik, meningkatkan kecerdasan meningkatkan motivasi, pengembangan diri, meningkatkan daya ingat, meningkatkan kesehatan jiwa, menyeimbngkan tubuh.
Sumber: http://www.terapimusik.com

This entry was published on March 13, 2012 at 10:08 PM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

One thought on “Terapi Musik

  1. kawan, karena kita sudah mulai memasuki mata kuliah softskill akan lebih baik jika blog ini disisipkan link Universitas Gunadarma yaitu http://www.gunadarma.ac.id yang merupakan identitas kita sebagai mahasiswa di Universitas Gunadarma juga sebagai salah satu kriteria penilaian mata kuliah soft skill.. terima kasih🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: