Kekurangan Aktivasi Otak Tengah

Ok layaknya sebuah cerita, selalu ada pro dan kontra. Inget soal postingan sebelumnya soal aktivasi otak tengah? Soal anak-anak yang bisa ngeliat 360⁰? Anak-anak yang kayaknya lebih cocok masuk Xavier Academy (sekolah untuk anak mutan di film X-Man –red)? Ingat? Postingan yang sebelumnya mungkin lebih membahas tentang kelebihan dari aktivasi otak tengah ini.

STOP! Jangan buru-buru membawa anak kalian buat langsung aktivasi otak tengah, biarpun bisa ngeliat dengan mata tertutup, punya penglihatan 360⁰, atau pun dapet beasiswa di Xavier Academy, kalian harus tau dulu dampak negative dari aktivasi otak tengah ini. Menurut seorang psikolog dari Bali, Lely Setyawati Kurniawan kondisi yang dialami anak dengan mengaktivasi otak tengah itu disebut awareness dengan kata lain adalah kondisi mental penuh dengan kewaspadaan. Kalau ini terus-terusan berlanjut, si anak akan mengalami gangguan kejiwaan dari yang ringan seperti Gangguan Cemas Menyeluruh sampai yang berat misalkan Gangguan Paranoid.

Setelah diperdengarkan music yang katanya bisa mengaktivasi otak tengah, akan disiapkan sebuah program neurolinguistik (NLP) yang disisipkan demi sebuah aktivasi yang nantinya mengarah kepada suatu keadaan extra sensory perception (ESP). tapi, sebenernya belum ada publikasi ilmiah yang menyatakan kalau aktivasi otak tengah itu bisa membuat orang lebih pintar, bahan ada ebberapa ahli yang membuktikan aktivasi otak tengah bisa memberikan pengaruh buruk pada fungsi organ tuburnyath. Seorang ahli membuat sebuah penelitian terhadap 24 ekor musang yang otak tengahnya di aktivasi, haslnya aktivasi otak tengah didaerah periaquaductal gray (PAG) ternyata malah membuat otot polos di organ pernafasan menglami relaksasi sehingga ke 24 ekor musang yang malang itu kesulitan bernafas.

Penelitian yang lain juga menunjukan adanya perubahan tekanan arteri utama, aliran darah di ginjal, aliran darah didaerah paha, persarafan daerah bwah jantung, persarafan simpatis dan denyut jantung akan meningkat, sebaliknya tekanan darah akan menurun. The worse part is menurut Hugo D. Critchley, Peter Taggart dkk induksi lateralisasi pada aktivasi otak tengah dapat mengakibatkan mental stress yang akan memicu gangguan irama jantung dan kematian mendadak.

Sebenernya jadi jenius atau pintar itu gak bisa Cuma dengan mendengarkan music, menurut temen saya yang nilai UAN tahun saya sekolah hampir sempurna itu, yang harus dilakukan supaya jadi jenius itu belajar. Jadi mungkin orang tua harus berfikir dua kali sebelum membiarkan anaknya ikut aktivasi otak tengah.

Sumber : Lely Setyawati Kurniawan, seorang Psikiater, Staf Dosen bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Udayana, Bali

XOXO

This entry was published on January 5, 2011 at 6:24 PM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: