saya, pohon dan pelangi

Mungkin ini waktunya mulai berlari
Sudah Terlalu lama meregang badan
Menghela nafas
Berhenti duduk diam dibawah pohon rindang

Saya masih diam
Banyak hal yang membuat saya diam
Entah sampai kapan

Mulai menyapa mentari merasakan panas terik
Bagaimana kalau saya masih melihat kebelakang?
Dibawah bayangan pohon rindang
Otot-otot kuat ini mungkin sudah ingin berlari, gundah duduk sepi
Tapi bagaimana dengan hati? Bagaimana kalau dia masih ingin duduk disini?

Angin mulai berhembus dan rambut menari-nari
Pohon berdesir
Hei, pergi! lari!
Bila malam datang kau akan mati!

Aaah
bagaimana kalau menunggu hujan datang?
Dia menyenangkan, menyegarkan badan dari peluh dan lara
Jadi saya bisa pergi dengan pelangi didepan mata

Saya menunggu hujan,
Saya menunggu pelangi datang
Tapi pohon rindang sudah tidak rindang

Suatu hewan bernama waktu datang,
Menggugurkan satu persatu daun yang ada

Hei, pergi! Lari!
Malam akan datang dan kau akan mati!

Inikah saatnya berlari?
Tapi pelangi belum terlihat
Dan waktu sudah memulai menghapus bayangan
Haruskah pergi meninggalkan pohon ini?

Lari!
Ya, lari!
saya berlari, tidak perlu menunggu pelangi!
Karena masih banyak “saya” yang akan duduk di bawah pohon itu
Dan waktu akan mempertemukan saya dengan pelangi,

Selamat tinggal pohon
Saya akan kembali membawa pelangi

XOXO

This entry was published on October 31, 2010 at 8:20 PM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: