Bipolar Disorder

Iris Chang adalah seorang sejarawan Tionghoa-Amerika yang meliput tentang Pembantaian di Nanking, Beliau menulis buku yang konvensional berjudul The Rape of Nanking. Buku ini merupakan buku pertama dengan baha inggris yang menjadi best seller, dan telah menduduki peringkat pertama selama berminggu-minggu menurut majalah New York Times.  The Rape of Nanking ini sendiri bercerita tentang kakek-neneknya sendiri saat melarikan diri dari pembantaian Jepang pada Perang Tiongkok-Jepang II. Buku ini mendokumentasikan tentang pembantaian, pemerkosaan, penyiksaan yang dilakukan Kekaisaran Jepang dan memuat juga wawancara dengan para korban dan keluarga korban yang selamat. Iris Chang memiliki gangguan mental pada Juli 2004 dikarnakan Iris Chang yang mengalami gangguan tidur, Seorang veteran setempat yang membantunya dalam penelitiannya menolongnya untuk mendaftarkan diri ke RS Jiwa Norton di Louisville. Di situ dia didiagnosis dengan psikosis reaktif, diinapkan selama tiga hari dan kemudian dipulangkan kepada orangtuanya. Bahkan setelah keluar dari rumah sakit, ia masih menderita depresi dan dianggap mempunyai risiko mengembangkan bipolar disorder. Pada hari Selasa, 9 November 2009 Iris ditemukan meninggal dunia di mobilnya oleh seorang petugas distrik air kabupaten di sebuah jalan desa di selatan Los Gatos dan sebelah barat dari Jalan Raya Negara California 17, di Kabupaten Santa Clara. Iris diduga meninggal setelah mengalami depresi yang diakibatkan oleh bipolar disorder.

Cerita diatas adalah salah satu dari cerita yang dialami oleh orang yang menderita bipolar disorder. Apa itu bipolar disorder? Bipolar disorder adalah gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perubahan mood secara ekstrem dan mendadak yang mana bila berjalan kronis akan berkembang menjadi psikosis. Sesuai namanya maka bipolar berarti berkutub dua yang saling berlawanan, artinya antara “Manik” (Maniak, gembira berlebih, meluap-luap~euphoria), dan “Depresi” (sedih mendalam dan berlarut-larut). Semua ini berkembang dan berubah begitu cepatnya dapat dalam sekejap saja. Penyakit ini dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe I (terdapat episode Manik dan Depresi) atau tipe II (Depresi saja, tidak pernah ada episode Manik). Tanda manik dapat berupa hiperaktifitas motorik berupa kerja yang tak kenal lelah melebihi batas wajar dan cenderung non-produktif, euphoria hingga logorrhea (banyak berbicara, dari yang isi bicara wajar hingga menceracau dengan ‘word salad’), dan biasanya disertai dengan waham kebesaran (keyakinan diri yang hebat kadang tak masuk akal, seperti menjadi orang terkaya sedunia, raja, presiden, dll), waham kebesaran ini bisa sistematik dalam artian berperilaku sesuai wahamnya, atau tidak sistematik, berperilaku tidak sesuai dengan wahamnya. Waham adalah keyakinan patologis yang tidak bisa dikoreksi, terlepas dari nilai agama, adat istiadat, dan sosiobudaya. Sedangkan pada episode Depresi ya didapatkan rasa sedih yang mendalam dan berlarut, dapat disertai waham nihilistik dan negativisme yang berlebih dan bisa mengakibatkan bunuh diri.

This entry was published on October 13, 2010 at 12:15 PM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: