Homofobia : Prasangka Sosial atau psikopatologi Personal?

Konsepsi mengenai perilaku abnormal merupakan kepercayaan yang dibentuk oleh masyarakat dimana ada prilaku yang disebut normal dan abnormal menurut budaya dan wkatu tertentu. Para ahli kesehatan mental mendasarkan penilaian akan abnormalitas pada bukti yang menunjukan bahwa ada perilaku tertentu yang meyebabkan distress personal atau seara signifikan mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi dalam peran social dan pekerjaan. Tetapi bukti tidak mendukung pandangan gay, lesbi, dan biseksual lebih terganggu secara psikologi dibandingkan kelompok heteroseksual, terlepas dari pengasingan, prasangka dan diskriminasi yang mereka hadai dalam bermasyarakat1

George Weinberg  (1972) membuat istilah Homofobia (homophobia) untuk menggambarkan kelakuan yang ada dan tidak rasional terhadap lesbian dan gay. Ketakutan dan kecemasan terhadap lesbian dan gay atau orientasi lesbin/gay disebut tidak rasional karena ketakutan tersebut biasanya didasari oleh kepercayaan yang validalitasnya dipertanyakan atau sangat diragukan.

Coleman,  1987; Reiss, 1980

This entry was published on May 10, 2010 at 1:18 PM and is filed under Uncategorized. Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: